Menu

4 Cara Pengolahan Sampah

  • Rabu, 27 Agustus 2025
  • 1393x Dilihat

4 Cara Pengolahan Sampah

Berikut empat cara mengolah sampah untuk menjaga kelestarian lingkungan kita bersama

 

1. Memilah Jenis Sampah

Terdapat tiga jenis sampah menurut material atau bahan bakunya, yaitu organik, anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Ketiga sampah ini perlu dipilah sesuai jenisnya agar mudah diolah.

Sampah organik adalah bahan organik yang bisa membusuk, seperti sisa makanan, kotoran binatang, dan daun kering. Jenis sampah ini bisa diolah menjadi kompos.

Lalu, sampah anorganik adalah material dari benda tak hidup, seperti sampah plastik, kaleng, dan karton. Untuk mengelola sampah ini, kita bisa mendaurnya menjadi benda yang lebih bermanfaat.

Sementara itu, sampah B3 adalah zat, komponen, atau bahan lain yang dapat mencemari atau merusak lingkungan. Sampah ini bisa bisa berasal dari sampah rumah tangga, misalnya baterai, aki bekas, dan sampah elektronik.

Pengolahan sampah B3 umumnya diberikan dari produsen dalam petunjuk penyimpanan atau pembuangan. Selain itu, bisa juga dengan mengirimkannya ke bank sampah yang menangani sampah B3.

 

2. Menerapkan 3R dalam Penanganan Sampah

Prinsip 3R adalah reduce (mengurangi timbunan sampah), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (daur ulang sampah).

Reduce adalah tindakan mengurangi penggunaan produk yang berpotensi menjadi sampah. Lalu, reuse berarti menggunakan kembali produk yang dimiliki agar potensi menjadi sampahnya berkurang.

Sementara itu, recycle adalah mendaur ulang sampah untuk membuat produk baru serta mencari nilai ekonomis.

 

3. Membuat Tempat Pembuatan Kompos dan Teba Modern

Memiliki sarana pembuatan kompos dan atau Teba Modern di rumah akan memudahkan dalam mengurangi sampah organik. Sebab, sampah organik adalah penyumbang sampah terbanyak di Indonesia.

Cara pengolahan sampah dengan membuat kompos juga bermanfaat jika Anda memiliki kebun kecil di rumah. Pasalnya, kompos bisa menjadi pupuk yang ramah lingkungan dan bebas bahan-bahan kimia.

Meski begitu, pengomposan terkadang dikeluhkan karena prosesnya lambat dan memakan cukup tempat.

Untuk itu, proses ini juga perlu dibarengi dengan perencanaan dalam memilih makanan atau hal lain yang berkontribusi menambah produksi sampah organik, misalnya jangan menyisakan makanan atau menghabiskan makanan sehingga tidak ada sisa yang terbuang.

 

4. Menerapkan Penggantian Barang

Anda bisa berlanjut dengan menerapkan prinsip replace atau mengganti penggunaan barang yang mudah rusak dengan barang yang lebih awet.

Sebagai contoh, mulailah berinvestasi dengan membeli baju yang ramah lingkungan. Baju yang berkualitas bisa bertahan lebih lama dan Anda akan merasa sayang jika membuangnya.

Kurangilah penggunaan barang sekali pakai, seperti sedotan plastik, bungkus makanan, hingga tas kresek. Sebagai ganti, gunakanlah barang yang bisa digunakan berkali-kali, seperti sedotan bambu, kotak makan yang bisa dipakai berkali-kali, dan tas belanja dari bahan kain. Itulah beberapa contoh cara pengolahan sampah yang baik dan benar. Mari terapkan prinsip-prinsip ini mulai dari langkah kecil dulu untuk membuat perubahan yang lebih besar.

 

JAGALAH KEBERSIHAN LINGKUNGAN KITA